BAB V
PERKAWINAN
CINTA DAN CITA-CITA
Cinta adalah sesuatu dan cita-cita juga merupakan sesuatu juga.Keduanya kadang memiliki penyebab yang berbeda dan energi yang berbeda pula.Namun tak jaran cinta dan cita-cita tumbuh dan berkembang dalam satu jiwa yang sama sehingga mau tidak mau atau di sengaja ataupun tidak di sengaja energi keduanyamestilah saling berhubungan dan bersentuhan.
Model hubungan yang di bangun oleh energi cinta dan cita-cita tentulah sangat khas dan berbeda-beda antara satu jiwa dengan jiwa lainnya yang tentunya berhubungan dan tergantung banyak hal seperti kondisi fisik dan psikis di mana pertemuan cinta dan cita-cita tersebut terjadi,juga di pengaruhi oleh lingkungan dan kecerdasan serta spiritualitas seseorang.
Jika kita merenungkan dan memperhatikan pola hubungan cinta dan cita-cita maka kita akan menemukan banyak sekali pola hubungan tersebut tetapi di sini kita akan memahami dan mendiskusikannyamelalui tema(1)mendukung,(2)menolak,dan(3)tidak mendukng atau menolak.
A. Mendukung Cinta Dan Cita-Cita
1. Cinta Mendukung Cita-Cita
Kita sering mendengar perkataan anak-anak remaja atau orang-orang dewasa yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah,”cinta itu perlu sebagai penyemangat belajar”,”hari kini ngejombloo…?”,”nek ora duwe pacar rasane ora PD”,”Selingan…! Selingan…!”(maksudnya pacaran bisa jadi selingan di tengah-tengah aktifitas belajar dan meraih cita-cita).Kita juga sering mendengar perkataan,”Demi cintaku padamu akan kuraih bintang”,maksudnya dengan kekuatan cintaku padamu akan kuraih cita-citaku agar aku dapat meraih cintamu.Selain itu kita juga sering sekali mendengar cerita fiktif maupun non fiktif bahwa banyak sekali orang-orang yang dapat meraih dan mewujudkan cita-citanya karena motivasi dan dukungan cinta.Seorang Raja menduduki tahtanya,seorang saudagar menmpuk hartanya,seorang pelajar meraih gelarnya,dan peristiwa-peristiwa sejenisnya adalah fakta dan bukti jika energi cinta mendukung cita-cita itu ada dan bahkan banyak sekali kita meliha jika cinta memang benar-benar dapat mendukng cita-cita.
Kita yakin bahwa sekecil apapun, sebagian besar apa yang dapat kita raih hari ini adalah berkat dukungan kekuatan cinta, tetapi kadang kita kurang menyadarinya.Jika kita mengalami hal ini maka saat ini saat kita membaca buku ini maka renungkanlah…!benarkah kekuatan cinta kita telah membantu mewujudkan sebagian yang kita raih hari ini?,terus dan terus renungkanlah hingga kita benar-benar menyadari hal tersebut setelah itu kelolalah energi cinta tersebut hinga makin besarlah cita-cita yang dpat kita wujudkan dengan kekuatannya.
Orang jatuh cinta kemudian cintanya tersebut menuntut sesuatu yang kebetulan atau kemudian menjadi cita-citanya,mungkin inilah kata-kata singkat yang dapat meringkas maksud cinta mendukung cita-cita.
2. Cita-Cita Mendukung Cinta
Sudah menjadi rahasia umum,kadang makin sukses seseorang di dalam mewujudkan cita-citanya maka makin besarlah rasa cintanya pada cita-citanya tersebut atau makin besar pulalah perasaan cinta orang-orang di sekitarnya kepadanya.Inilah di antaranya yang kita maksudkan dengan cita-cita mendukung cinta.
Bahwa cita-cita yang kita miliki sejalan dengan cinta yang ingin kita raih mungkin ini kata-kata mudah yang dapat mewakili kata-kata cita-cita mendukung cinta.Contoh mudahnya begini,kita punya cita-cita ingin jadi dokter dan secara kebetulan pacar kita menginginkan kita jadi doter.Jadidech cita-cita mendukung cinta.
3. Cinta Dan Cita-Cita Saling Mendukung
Kalau barusan kita memahami hubunga cinta dan cita-cita sebagai hubugan searah dalam artian cinta mendukung cita-cita tetapi cita-cita belum tentu mendukung cinta dan cita-cita mendukung cinta tetapi belum tentu cinta mendukung cita-cita.Sekarang kita mencoba memahami hubungan cinta dan cita-cita sebagai hubungan timbal balik dalam artian cinta mendukung cita-cita dan demikian juga cita-cita mendukung cinta.Hubungan dialogis atau hubungan interaktif gituh.Hubungan model inilah yang semestinya ada dalam diri kita karena hubungan model inilah yang akan melahirkan energi sangat dasyat karena bergabngnya dua kekuatan besar yang ada dalam diri kita yaitu energi cinta dan cita-cita.
Dalam kontek beragama hal ini terwujud pada jiwa orang-orang yang ikhlas yaitu orang yang semua amal perbuatanya di dasari oleh rasa cinta pada Tuhan YME semata,berbuat demi,karena,dan untuk Dzat yang di cintainya semata.
Aku sendiri sulit mengungkapkan hal ini meskipun secara rasional dan emosional mungkin aku dapat memahaminya bahwa hal tersebut benar-benar ada dan dalam suatu kasus tertentyu walau hanya sesaat sering terjadi dalam diri kita.Maka untuk dapat lebih memahaminya marilah kita sama-sama merenung untuk mendapatkan fakta dalam diri kita ataupun orang-orang di sekitar kita.
Begini,saya punya dua orang teman yang sedang kuliah,keduanya sangat ambisius untuk menyelesaikan kuliahnya dengan nilai yang sangat bagus.Tetapi di tengah jalan keduanya terjerat tali cinta hingga sesaat mereka bimbang di hadapkan pada pilihan,cinta atau cita-cita.Pacaran apa kuliah.Namun keduanya pada akhirnya mengambil keputusan cinta dan cinta harus jalan bersama,selanjutnya mereka menikah sambil tetap kuliah.Beberapa than kemudian merekapun dapat menyelesaikan kuliahnya bersama ikatan cinta dan rumah tangganya yang makin kokoh.
B. Menolak Cinta Dan Cita-Cita
1. Menolak Cinta
Kadang kita di hadapkan pada pilihan harus memilih cinta atau cita-cita.Sama sekali tak ada kompromi.Jika kita memilih cita-cita maka cinta kita akan berantakan dan jika kita memilih cinta maka cita-cita kita akan kandas di tengah jalan.Inilah yang kita maksud dengan hubungan menolak cinta yaitu di mana cita-cita tak dapat kita wujudkan bersamaan dengan cinta.
Kondisi seperti di atas banyak sekali di alami oleh pasangan-pasangan yang memiliki cita-cita dan cinta.Entah sudah berapa banyak teman-teman kita yang bercerita bahwa demi cita-cita yang di raihnya harus memutuskan pertalian cinta dengan kekasihnya.
Contonya aku,demi cita-citaku menjadi penulis beken dan produktif selalu aku tolak setiap perasaan cinta yang tumbuh di hatiku,entah berapa banyak aku kecewakan hati para perempuan yang mencintaiku,aku hanya dapat membatin,maafkan cintaku,demi cita-cita terpaksa kau aku jadikan “bonsai” di hatiku.Inilah aku,dan gimana denganmu?,aku yakin sebagian kalian melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan karena sebagian kalian sama dengan pikiranku.Karena banyaknya keterbatasan maka aku tak dapat mewujudkan cinta dan cita-cita bersama-sama.
2. Menolak Cita-Cita
Ketika di hadapkan pada pilihan cinta atau cita-cita sebagian orang memilih cita-cita dan menolak cinta seperti yang baru kita diskusikan dan sebagian lainnya memilih cinta dan menolak cita-cita.
Fakta dan bukti mengenai hal tersebut sangatlah banyak,di antaranya adalah teman-teman saya,sebagian mereka bilang,dulu aku ingin jadi sarjana tetapi gagal gara-gara terjerat cinta,sebagian yang lain bilang,dulu aku hampir meraih jabatan tinggi dan mobil mewah tetapi gagal gara-gara perempuan.
3.Cinta Dan Cita-Cita Saling Menolak
Jika barusan kita memahami hubungan cinta dan cita-cita sebagai hubungan searah,sekarang kita akan memncoba memahaminya sebagai hubungan dua arah berlawanan,katakanlah “saling”,maksudnya suatu hubungan dimana cinta menolak atau tidak mendukung cita-cita dan begitu juga sebaliknya cita-cita menolak atau tidak mendukung cinta.
Katakanlah hubungan macam ini adalah permusuhan antara cinta dan cita-cita.Masing-masing saling menjatuhkan dan tidak saling mendukung.Faktanya kita hanya butuhmerenungkan kembali apa yang telah kita alai atau orang-orang sekiar kita alami.
C. Tidak Mendukung Dan Juga Tidak Menolak
Yang kita maksudkan dengan hubungan model ini adalah dimana cinta tidak mendukung atau menolak cita-cita dan cita-cita juga tidak mendukung atau menolak cinta.Katakanlah dewek-dewek,jalan sendiri-sendiri,atau ibarat dua orang yang tak saling kenal dan tak saling perduli.
Hubungan model di atas mungkin terjadi pada orang-orang yang tak memiliki perasaan cinta dan cita-cita secara bersamaan atau dimana salah satu dari dua kekuatan tersebut sangat dominant seperti yang satunya seperti tidak ada saja.
D. Perkawinan Cinta Dan Cita-Cita
Dalam kenyataannya hubungan yang terjalin antara cinta dan cita-cita itu ibarat hubungan suami istri.Jika ingin memperoleh kebahagiaan dengan terwujudnya cinta sejati dan cita-cita yang di impikan maka cinta dan cita-cita harus pengertian,saling mendukung,dan saling memaklumi kelemahan dan kekurangan masing-masing.Demikianlah kenapa hubungan ini kemudian kita sebut sebagai perkawinan suami istri.
PENULIS BADRUDIN MUHSIN 085227044550 / 021-91913103 YM / FB : binmuhsin_group@yahoo.co.id
| BIN MUHSIN GROUP |
anda suka ambil saja gratis free all






0 komentar:
Poskan Komentar
SILAHKAN KOMENTAR ANDA DISINI