BAB VI
MENGELOLA ENERGI
CINTA DAN CITA-CITA
Dalam rangka mengelola energi cinta dan cita-cita, kita akan melakukannya melalui beberapa proses berikut : (1) memilah dan memilih energi cinta, (2) memilah dan memilih cita-cita dan (3) menyusun program.
A. Memilah Dan Memilih Energi Cinta
Kita telah sama-sama maklum bahwa banyak sekali energi cinta yang dapat kita manfaatkan untuk mewujudkan cita-cita, oleh karenanya kita harus memilah dan memilih bermacam-macam energi cinta tersebut sehingga kita dapat menentukan atau memfokuskan satu atau beberapa energi cinta untuk mewujudkan satu atau beberapa cita-cita.
Proses memilah dan memilih tersebut misalnya adalah melalui beberapa tahapan berikut : (1) memahami penyebab energi cinta, (2) memahami jenis energi cinta, (3) menganalisis energi cinta dan (4) menentukan energi cinta yang akan di gunakan untuk mewujudkan cita-cita.
1. Memahami Penyebab Energi Cinta
Langkah pertama proses memilah dan memilih energi cinta adalah proses memahami penyebab energi cinta, maksudnya kita harus benar-benar memahami kenapa suatu energi cinta tumbuh dalam diri kita, apakah karena cinta pada alam semesta misalnya, apakah karena cinta pada sesama manusia, laki-laki atau perempuan, atau karena cinta pada Tuhan YME.
Langkah kongkrit dari proses ini misalnya adalah cobalah diam…hening…renungkanlah…apakah kita telah, sedang atau akan mencintai sesuatu atau seseorang…? Kemudian apakah dari cinta tersebut tumbuh kekuatan yang menggerakkan jiwa dan diri kita…? Selanjutnya jika kita dapat melakukan proses ini dengan baik dan dapat menemukan apa yang kita cari dalam setiap tahapan proses berarti kita telah berhasil memahami penyebab energi cinta. Jika belum, ulangilah kembali hingga akhirnya berhasil.
2. Memahami Jenis Energi Cinta
Setelah kita yakin dan dapat merasakan adanya energi cinta dalam diri kita, maka lagkah selanjutnya adalah memahami jenis energi cinta macam apakah yang ada dalam diri kita tersebut.
Untuk melakukan proses di atas kita dapat mempertimbangkan apa yang di tuliskan bab ketiga buku ini. Dengan bantuannya kita akan mengetahui secara spesifik jenis energi cinta yang ada dalam diri kita.
Proses pemahaman ini sangat penting karena setiap jenis energi cinta memiliki karakter khas yang berbeda-beda, sehingga bisa jadi suatu energi cinta cocok untuk mewujudkan suatu cita-cita tetapi tidak cocok untuk mewujudkan cita-cita lainnya.
Diam…hening…renungkanlah…konsentrasikan pikiran, perasaan dan hati nurani kita untuk memahami jenis energi cinta macam apakah yang ada dalam diri kita? Terus…teruslah merenung hingga kita benar-benar yakin akan jenis energi cinta yang ada dalam diri kita.
3. Menganalisis Energi Cinta
Ketika kita memahami penyebab dan jenis energi cinta terkadang kita menemukan begitu banyak energi cinta yang ada dalam diri kita. Nah pada fase inilah kita harus melakukan proses menganalisis energi cinta, dalam artian kita menimbang-nimbang bermacam-macam energi cinta tersebut, mencari perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaannya, menimbang-nimbang kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangannya dan mempertimbangkan untung ruginya hinga pada akhirnya kita punya kemantapan hati untuk memilih satu energi cinta terpilih.
Dalam proses ini kita juga tentunya harus memepertimbangkan dan menganalisis jenis cita-cita apa yang akan kita wujudkan dengan energi cinta terpilih kita. Mengabaikan jenis cita-cita tersebut dalam proses ini bisa menyebabkan kegagalan atau paling tidak cita-cita yang dimaksud takkan terwujud dengan maksimal.
4.Menentukan Energi CintaYang Akan Di Gunakan
Langkah berikutnya adalah menentukan energi cinta yang akan kita gunakan. Proses ini tentunya kita lakukan setelah kita menganalisis energi cinta dengan baik dan benar.
Idealnya memang kita dapat menggabungkan tiga energi cinta sekaligus (energi cinta alam, cinta manusia dan energi cinta pada Tuhan YME) untuk mewujudkan suatu cita-cita tertentu. Tetapi jika kita tak dapat melakukannya maka kita harus dapat mengambil dua atau hanya salah satu dari energi-energi cinta yang ada.
Ambillah satu energi cinta yang kita miliki kemudian kelolalah dengan baik hingga energi tersebut menjadi motivasi dan kekuatan yang terus menggerakkan dan membawa pada pencapaian suatu cita-cita hingga cita-cita yang kita inginkan benar-benar terwujud. Mulailah…! Sekarang…! Ga` pake lama…!
A. Memilah Dan Memilih Cita-Cita
Setelah kita mantap dengan apa yang kita cintai dan mantap pula dengan kekuatan cinta tersebut maka langkah berikutnya adalah memilah dan mimilih cita-cita mana yang akan kita wujudkan. Cita-cita tersebut biasanya ingin di raih oleh seseorang demi cintanya atau semata-mata sebagai suatu hal yang ingin di wujudkannya walaupun dengan atau tanpa cinta.
Pada prakteknya, seperti yang telah kita singgung, tak dapat berjalan sendiri-sendiri, tetapi ibarat sebuah pasangan keduanya selalu berpasangan. Ketika kita mengelola energi cinta maka pengetahuan tentang besar kecilnya cita-cita menurut ukuran dan kemampuan diri kita mutlak di perlukan seperti kemutlakan mengetahui besar kecilnya energi cinta yang kita miliki.
Dalam proses memilah dan memilih cita-cita kita akan melakukannya melalui empat langkah,yaitu : (1) memahami penyebab cita-cita, (2) memahami jenis cita-cita, (3) menganalisis cita-cita dan (4) menentukan cita-cita yang akan di wujudkan.
1. Memahami penyebab Cita-Cita
Dengan mengingat kembali apa yang telah kita bicarakan pada bab kedua buku ini tentang penyebab cita-cita maka kita akan memahami kenapa setiap orang pasti memiliki cita-cita walau sekecil apapun penyebab dan cita-cita tersebut.
Selanjutnya kita juga akan memahami beberapa penyebab spesifik kenapa kita memiliki suatu cita-cita, apakah karena sesuatu yang bertalian dengan kebutuhan individual? Jika iya, kebutuhan individual yang mana yang mendorong terbentuknya cita-cita atau terbentuk karena kebutuhan-kebutuhan lainnya, seperti kebutuhan sosial dan agamis.
Keberhasilan dalam proses ini adalah manakala kita kita telah mampu menetapkan dengan pasti bahwa aku memiliki cita-cita ini karena ini dan bukan karena itu terkecuali hanya sebatas pendukung semata. Mulailah dengan merenung atau dengan hal-hal lainnya yang biasa kita lakukan. Memandang pemandangan yang hijau dan fokus pada suatu objek akan sangat membantu proses ini, lakukanlah…sekarang…!
2. Memahami Jenis Cita-Cita
Setelah kita memahami penyebab dari cita-cita yang kita miliki, langkah selanjutnya adalah memahami cita-cita yang ada dalam diri kita. Kita fahami karakternya bagaimana, kecenderunganya ke arah mana, berapa besar kekuatan cita-cita yang kita miliki tersebut, hingga dengan yakin kita dapat menentukan bahwa cita-cita yang kita miliki jenisnya adalah A atau B dan bukan C atau D.
Dengan mengingat kembali apa yang telah kita bicarakan pada bab kedua buku ini tentang jenis atau macam-macam cita-cita, maka kita dapat memahami dengan pasti jenis cita-cita yang kita miliki, apakah jenis cita-cita tersebut adalah jenis cita-cita yang bertalian dengan wanita, harta, tahta ataukah agama. Jika iya, maka cita-cita yang bertalian dengan wanita yang bagaimanakah? Begitu seterusnya.
3. Menganalisis Cita-Cita
Menganalisis cita-cita yang kita maksudkan di sini adalah suatu proses dimana kita membanding-bandingkan, mencari persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan, menilai besar kecilnya suatu cita-cita, menimbang-nimbang untung ruginya dari cita-cita yang kita miliki sebagai bagian dari usaha mengambil keputusan.
Untuk melakukan proses tersebut cobalah menyendiri ke tempat yang hening, nyaman dan dapat membantu proses perenungan diri. Cobalah konsentrasikan diri pada bermacam-macam cita-cita yang ada dalam diri kita, terus dan teruslah larut dalam dunia batin sehingga lambat laun kita mulai dapat membedakan karakteristik bermacam-macam cita-cita yang ada dalam diri kita sebagai bahan mengambil keputusan bersama keyakinan dan kemantapan yang lambat laun turut pula menyelimuti diri kita.
4. Menentukan Cita-Cita Yang Akan Di Wujudkan
Setelah melalui sekian panjang proses mengelola cita-cita sampailah kita pada tahapan di mana kita harus memutuskan cita-cita mana yang akan kita wujudkan karena tidak mungkin semua cita-cita yang kita miliki dapat terwujud secara bersama-sama.Hal tersebut misalnya karena sebagian cita-cita kita bertentangan dengan energi cinta yang kita miliki.Hal tersebut juga misalnya karena sebagiann cita-cita memiliki peluang yang sangat besar untuk di wujudkan dengan energi cinta yang kita miliki sedangkan yang lainnya tidak.Oleh karena itu menentukan skala prioritas mutlak di perlukan.
Setelah kita menentukan cita-cita yang akan kita wujudkan cobalah gali potensi dan energi yang ada dalam cita-cita tersebut sehingga lambat laun dia punya kekuatan untuk mewujudkan dirinya sendiri.Sedangkan energi cinta kemudian datang semata-mata untuk membantu cita-cita mewujudkan dirinya sendiri. Pertanyaannya adalah apakah kita telah menentukan satu cita-cita yang sedang dan akan kita wujudkan?, cobalah renungkan sekarang juga..!
C. Menyusun Program
Satu langkah penting dalam mengelola energi cinta dan cita-cita adalah menyusun program sebab jika tanpa program maka proses demi proses yang kita tempuh tidak terarah bahkan salah-salah akan berujung pada kegagalan.
Penyusunan program tersebut misalnya dapat kita lakukan dengan memperhatikan (1) berdasarkan waktu, (2) berdasarkan target dan (3) berdasarkan waktu dan target.
1. Program Berdasarkan Waktu
Program berdasarkan waktu yang kita maksudkan di sini adalah di mana kita menentukan proiritas tentang apa-apa saja yang akan kita kerjakan hari ini, hari esok hari lusa, minggu ini, minggu esok, bulan ini, bulan esok, bulan lusa, tahun ini, tahun esok dan begitu seterusnya.
Jelasnya program tersebut bertumpu pada sekarang apa yang harus kita kerjakan. Jelasnya lagi program ini berorientasi pada bagaimana memanfaatkn waktu yang ada dengan efektif dan efisien atau bagaimana memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan semaksimal mungkin dan persoalan hasilnya kita lihat belakangan.
Contoh program ini adalah apa yabng di susun oleh sepasang kekasih yang telah lama menjalin cinta kasih, mereka berdua telah sepakat untuk mewujudkan mahligai rumah tangga dengan program (1) bulan ini dan bulan esok kita kerja dan menabung sebanyak mungkin, (2) pada bulan ketiga kamu ikut aku pulang kampung untuk kenalan dan mohon restu kepada orang tuaku, (3) pada bulan keempat dan kelima aku akan kerja keras dan menabung sebanyak mungkin untuk melamarmu, (4) pada bulan keenam aku dan orang tuaku akan datang ke rumahmu untuk meminangmu sekaligus membicarakan tetang perkawinan kita, (5) setelah itu aku akan ke kota lagi untuk mencari biaya pernikahan kita, (6) pada bulan kedelapan semoga kita dapat menikah, (7) setelah itu pada bulan-bulan berikutnya kita akan mencoba hidup di kontrakan.
2. Program Berdasarkan Target
Target apa yang harus kita capai?, apa yang harus kita wujudkan?, pokoknya aku harus dapat mewujudkan cita-citaku walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama? Dan kata-kata sejenisnya adalah ungkapan-ungkapan yang mewakili program yang di susun berdasarkan target, yaitu program yang berorientasi pada hasil usaha dan bukan pada proses usaha atau waktu pencapaian cita-cita tersebut.
Sebagai contoh misalnya adalah apa yang di ungkapkan seorang pecinta, “Neng sampai kapanpun aku akan tetap menanti cintamu, biarlah jikasekarang aku bukan siapa-siapa bagimu.” Ungkapan tersebut menegaskanbahwa ada target untuk dapat mewujudkan atau meraih cinta seorang perempuan tanpa di batasi waktu harus terwujud hari ini, esok atau kapanpun karena target tersebut benar-benar melintasi waktu.
Contohnya adalah target yang di rencanakan oleh seorang petualang cinta beikut (1) pertama aku akan menyapanya, (2) kedua aku akan mengajaknya ngobrol, (3) ketiga aku akan mengajaknya jalan, (4) keempat aku akan mengajaknya kencan, (5) kelima aku harus sering berdekatan dengannya, (6) keenam aku akan berusaha menyentuhnya, (7) ketujuh aku harus dapat memeluknya, (8) kedelapan aku harus dapat menciumnya, (9) kedelapan aku harus dapat mencumbunya, (10) kesepuluh aku harus dapat gituh dech..
Untuk membuat program-program lainnya jadikanlah hal di atas sebagaio contoh, lakukan saja, mudah kok…! Tuh
3. Program Berdasarkan Waktu Dan Target
Setelah kita mengenal bagaimana menyusun program berdasarkan waktu atau target tertentu maka kali ini kita akan mencoba menyusun program berdasarkan waktu dan target.Penyusunan program seperti inilah sesunggunya yang paling ideal sebab apa yang kita lakukan dan apa yang kita wujudkan selalu tak dapat lepas dari apa yang di namakan waktu, dan waktu yang bermakna bagi hidup kita adalah waktu yang kita gunakan dengan semaksimal mungkin untuk mewujudkan hal-hal bermanfaat seperti mewujudkan cinta sejati dan cita-cita sejati.
Program model ini misalnya adalah bahwa dalam minggu ini selama seminggu aku harus dapat mewujudkan “Anu” dengan sempurna dan minggu depan selama seminggu aku harus dapat mewujudkan hal lainnya dengan sempurna juga.
Program-program dalam rangkan mewujudkan cita-cita dengan energi cinta tersebut adakalanya hanya di batin saja dalam artian program-program tersebut tersimpan dalam pikiran,perasaan,atau hati seseorang tanpa pernah terucap atau tertuliskan sedangkan bagi sebagian orang lainnya program tersebut kadang terungkap dengan kaa-kata atau tertulis rapi dalam helaian kertas.
Kedua-duanya adalah hal baik, tetapi alagkah baiknya jika program dan cita-cita kita telah mantap maka program-program tersebut kita ucapkan dan kita tuliskan karena hal tersebut kadang memberikan tambahan kekuatan yang sangat besar pula tetapi kadang justru berakibat sebaliknya.Oleh karena itu kita harus pandai-pandai dan benar-benar mengelolanya.Pertanyaannya adalah apakah kita telah melakukanya?.
PENULIS BADRUDIN MUHSIN 085227044550 / 021-91913103 YM / FB : binmuhsin_group@yahoo.co.id
| BIN MUHSIN GROUP |
anda suka ambil saja gratis free all






0 komentar:
Poskan Komentar
SILAHKAN KOMENTAR ANDA DISINI