Pada bab yang baru lalu kita telah sama-sama memahami bahwa manusia pada dasarnya memiliki perasaan cinta kepada Tuhan YME karena hal tersebut merupakan tabiat dan kebutuhan manusia.[11]Perasaan cinta tersebut telah ada sejak manusia itu ada dan di dunia peerasaannya tersebut makin membara seiring pengetahuannya tentang Tuhan Yang Maha Esa.Karena seperti Al-Ghazali cinta adalah buah pengetahuan[12]dan kata pepatah tak kenal maka tak sayang.
Sebelum mengawali diskusi kita tentang energi cinta pada Tuhan YME ada baiknya kita simak dahulu perkataan Al-Ghazali berikut terlebih dahulu:Siapa yang mencintai selain Allah,bukan karena ada keterkaitan kepada Allah,maka hal itu adalah karena kebodohan dan kekurangannya dalam mengenal Allah.Cinta kepada Rasulallah saw adalah terpuji karena cinta ini adalah buah dari cinta Allah.Demikian juga cinta kepada ulama dan orang-orang bertakwa,karena kekasihnya kekasih adalah kekasih,dan pecinta kekasih adalah kekasih.Semua itu terpulang pada cinta utama kemudian tidak melampauinya kepada yang lain.Dalam pandangan orang-orang yang memiliki basirah,pada hakekatnya tidak ada kekasih kecuali Allah ta`ala dan tidak ada yang berhak mendapatkan cinta kecuali Dia.[13]Penjelasan Al-Ghazali di atas dan penjelasan berikutnya menjelaskan pada kita bahwa energi cinta pada Tuhan YME itu ada dan energi karena cinta tersebut merupakan hakekat dan kekuatan dari semua cinta yang ada.
Selanjutnya kita akan memahami dan mendiskusikan energi tersebut melalui tema
(1)energi Keimanan,
(2)energi ketakwaan,dan
(3)energi keikhlasan.
PENULIS BADRUDIN MUHSIN 085227044550 / 021-91913103 YM / FB : binmuhsin_group@yahoo.co.id
| BIN MUHSIN GROUP |
anda suka ambil saja gratis free all






0 komentar:
Poskan Komentar
SILAHKAN KOMENTAR ANDA DISINI